
Mereka tidak hanya datang untuk belajar, tapi untuk meninggalkan jejak. Karya dan inovasi ini adalah bukti bahwa ide sederhana di ruang kelas bisa menjadi solusi nyata di lapangan. Jangan ragu dengan potensi dirisendiri. Mulailah bergerak, berkarya, dan carilah alasan untuk terus bangkit!
Unesa.ac.id. SURABAYA—Bagi sebagian orang, komik mungkin sekadar sarana hiburan untuk melepas penat di waktu luang. Namun, di tangan Madikha Auliyaul Khusna, lembaran gambar bercerita itu bertransformasi menjadi media pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa berpikir kritis memecahkan masalah lingkungan.
Inovasi tersebut tertuang dalam skripsinya yang berjudul “Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Problem Solving pada Topik Pencemaran Lingkungan untuk Melatih Kompetensi Literasi Sains Peserta Didik Kelas X.” Berangkat dari kegemarannya membaca komik dan novel, wisudawan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini merancang media belajar yang interaktif.
Siswa tidak hanya diajak memahami teori pencemaran lingkungan secara intuitif, tetapi juga dilatih menganalisis masalah melalui praktikum hingga menemukan solusi nyata.
"Media ini dirancang agar peserta didik tidak sekadar paham konsep, tetapi juga mampu mengasah literasi sains dan memecahkan masalah di sekitar mereka," ujar mahasiswi kelahiran Pasuruan, 17 September 2004 tersebut.
Dedikasi dan konsistensinya di bangku kuliah membuahkan hasil manis. Putri dari pasangan Ali Sururi dan Hanik Istiqomah ini resmi dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik FMIPA Unesa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,97 pada wisuda ke-121 Unesa, 12 Agustus 2026 lalu.
Tak hanya cemerlang secara akademik, Madikha juga pernah menyabet Juara 3 Independence Creation Olympiad bidang Biologi tingkat nasional pada 2023.
Kecintaan Madikha pada dunia pendidikan tumbuh subur dari rumah. Tumbuh dalam keluarga pendidik, kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru, memberinya sudut pandang mendalam tentang arti sebuah pengabdian. Nilai-nilai kerja keras dan kesederhanaan yang dicontohkan orang tuanya menjadi bahan bakar utama dalam setiap pijakan langkahnya.
"Menjalani hidup dan mengusahakan apa yang diinginkan itu wajib. Namun, apa yang ditakdirkan menjadi rezeki pasti akan menghampiri, termasuk prestasi yang tidak lepas dari doa orang tua," tuturnya.
Di tengah padatnya aktivitas organisasi dan perkuliahan, Madikha memiliki manajemen diri yang disiplin. Ia selalu menyusun skala prioritas agar seluruh kegiatannya berjalan seimbang. Rahasia konsistensi akademiknya pun terbilang sederhana: menciptakan ruang belajar yang hening. Dalam ketenangan itulah, ia merajut fokus dan menyerap ilmu dengan optimal.
Pikirannya tentang pendidikan semakin terbuka lebar saat mengikuti program Asistensi Mengajar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Berhadapan langsung dengan anak-anak Indonesia di luar negeri menyadarkannya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk memberikan dampak sosial jangka panjang.
Prinsip berbagi ilmu itu juga ia praktikkan secara konsisten di daerah asalnya. Selama dua tahun berturut-turut (2025 dan 2026), Madikha rutin menjadi tentor pembimbing persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang Biologi bagi siswa MAN 1 Pasuruan.
Jalan pengabdian Madikha di dunia pendidikan masih panjang. Untuk memperkuat pijakan keilmuannya, pecinta literasi ini mantap berencana melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) Pendidikan Biologi di Unesa.
Sebagai bagian dari civitas akademika yang bangga akan almamaternya, Madikha berharap Unesa terus memperkuat kolaborasi, melengkapi fasilitas riset, dan menjadi wadah yang adaptif bagi generasi muda yang haus akan ilmu. Ia meyakini, dari kampus inilah lahir inovator-inovator muda yang siap membawa nama Indonesia berdaya saing di kancah global. ][
***
Penulis: Hasna
Editor: @zam*
Dok: Madikha Auliyaul Khusna
Share It On: