
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang selama 5 bulan ke depan, Juni-Oktober 2026.
Program bertajuk “Sendang Made: Optimalisasi Potensi Wisata Sejarah-Budaya Desa Made Berbasis Community Based Tourism Menuju Pariwisata Berkelanjutan” ini difokuskan pada pengembangan wisata sejarah-budaya berbasis pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut menjadi ikhtiar BEM Fisipol Unesa untuk mendorong optimalisasi potensi wisata Sendang Made yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat desa.
Ketua BEM Fisipol Unesa 2026, Muchamad Hisyam Asrofi menjelaskan, pemilihan Desa Made dilakukan melalui proses analisis, diskusi, dan survei lapangan. Hasilnya, Desa Made memiliki potensi wisata sejarah yang besar, tetapi belum terkelola secara optimal.
Lebih lanjut, Desa Made memiliki potensi wisata sejarah Sendang Made yang kaya akan nilai budaya dan sejarah, termasuk keberadaan tujuh mata air yang memiliki keterkaitan dengan peninggalan Raja Airlangga.
Ia menambahkan, tema penguatan wisata sejarah-budaya berbasis community based tourism dipilih karena kondisi lapangan menunjukkan bahwa potensi Sendang Made belum mendapat perhatian optimal, terutama dari kalangan generasi muda.
“Kami ingin mendorong partisipasi masyarakat, terutama pemuda, agar pengelolaan wisata ini tidak hanya berkembang, tetapi juga berkelanjutan,” ucapnya.

www.unesa.ac.id
Sementara itu, Ketua PPK Ormawa BEM Fisipol Unesa, Anis Fitria, menjelaskan bahwa program Sendang Made diarahkan pada pengembangan wisata desa, penguatan citra wisata, pemberdayaan UMKM, dan promosi wisata melalui media digital.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil observasi awal, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya pengetahuan dalam memperkenalkan potensi wisata desa. Untuk menjawab tantangan itu, tim PPK Ormawa merancang sejumlah program yang saling terintegrasi.
Program tersebut meliputi Pusaka Made untuk pendataan potensi dan budaya desa, Rumah Made untuk pemberdayaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pembentukan struktur pengelola wisata, Garda Made untuk penguatan kapasitas pemuda dan karang taruna.
Selanjutnya, Niaga Made untuk pelatihan branding UMKM warga, Sruwung Made untuk penyusunan katalog desa wisata, Made Connect untuk pembuatan website promosi wisata, hingga Made Festival sebagai agenda puncak untuk memperkenalkan budaya dan potensi Desa Made kepada masyarakat luas.
Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Desa Made, Winarsih. Ia menyambut baik pelaksanaan PPK Ormawa mahasiswa Unesa karena dinilai mampu membawa semangat baru bagi masyarakat sekaligus membantu mengembangkan potensi desa.
Ia berharap program tersebut dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Made, baik dalam pengelolaan wisata, penguatan UMKM, maupun peningkatan kapasitas warga dalam mempromosikan potensi desa. ][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim PPK Ormawa BEM Fisipol Unesa
Share It On: